BPOM dan Kemendukbangga Gelar Aksi Nasional di Kepri, Satukan Langkah Berantas Obat Ilegal di Kalangan Remaja

TANJUNGPINANG, PANDANGKEPRI.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) resmi menggelar Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT). Kegiatan berskala nasional ini dipusatkan pelaksanaannya di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (25/5/2026) malam.

Kepala BPOM RI Profesor Taruna Ikrar menjelaskan, aksi kolaborasi lintas sektor ini digagas merespons makin masifnya penyalahgunaan OOT secara nasional, khususnya di berbagai tempat hiburan. Ia menegaskan efek OOT sama merusaknya dengan narkotika, namun para pelaku kerap memanfaatkan celah hukum karena penindakannya berbeda dengan UU Narkotika.

Saat ini BPOM telah memperketat regulasi pengawasan terhadap 12 jenis OOT. Beberapa di antaranya yang kerap disalahgunakan adalah Tramadol, Triheksilfenidil, Amitriptillin, hingga tren baru pemakaian gas ketawa atau Nitrous Oxide.

Berdasarkan data penindakan sepanjang tahun 2025, BPOM berhasil menyita sekitar enam miliar kapsul ilegal berbahaya yang tersebar di wilayah Batam, Banten, Bandung, hingga Semarang. Temuan fantastis inilah yang mendasari urgensi digelarnya aksi nasional pencegahan secara masif.

“Bayangkan, kalau sampai kapsul ini terekspos sampai ke anak dan cucu kita, mau dibawa ke mana bangsa ini ke depan. Apalagi berdasarkan data WHO, satu di antara tujuh anak usia 14-19 tahun didapati menggunakan OOT,” tegas Ikrar saat membuka acara.

Menyambut inisiasi tersebut, Wamendukbangga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, memastikan jajarannya siap berkolaborasi aktif menyukseskan aksi nasional ini. Ia menekankan bahwa fondasi utama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan obat harus dibangun dan dirutinkan dari unit terkecil, yaitu keluarga.

Lebih lanjut, Isyana menyebut Kemendukbangga akan memaksimalkan program-program kepemudaan untuk membentengi remaja dari pengaruh OOT. Saat ini pihaknya memiliki program Bina Remaja, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), hingga Forum Duta Genre yang beranggotakan sekitar 440 ribu remaja di seluruh Indonesia.

Pendekatan melalui forum-forum tersebut dinilai sangat strategis. Menurut Isyana, anak-anak remaja cenderung membutuhkan tempat bercerita dengan teman seusianya, sehingga edukasi bahaya OOT lewat pendekatan teman sebaya atau peer-to-peer akan jauh lebih mudah diterima.

Komitmen kuat juga ditunjukkan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi nasional melawan penyalahgunaan OOT ini adalah tanggung jawab bersama semua pemangku kepentingan, termasuk media massa yang diharapkan aktif menggaungkan kampanye ini ke publik.

Sebagai tindak lanjut nyata dari kegiatan aksi nasional tersebut, Gubernur Ansar menyatakan Pemprov Kepri akan langsung menyasar lingkungan pendidikan. Pihaknya berencana mengintegrasikan program pencegahan ini ke dalam kegiatan Kesbangpol Masuk Sekolah (Kemas).

Melalui program rutin tersebut, Pemprov Kepri bersama BPOM Batam dan instansi terkait lainnya akan turun langsung menyosialisasikan bahaya OOT kepada para siswa, demi melindungi dan memastikan lahirnya generasi emas Indonesia yang sehat dan berkualitas.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *