Kepri Sukses Tekan Stunting 14 Persen, Wamen Isyana Turun Bagikan MBG di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, PANDANGKEPRI.COM – Angka prevalensi stunting di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat ini menyentuh 14 persen. Capaian positif yang berada di bawah rata-rata nasional 19,8 persen ini mendapat atensi langsung dari pemerintah pusat.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, saat meninjau langsung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tanjungpinang, Selasa (26/5).

“Mudah-mudahan ini bisa terus ditingkatkan, karena program untuk mengatasi stunting terus kita lakukan,” kata Isyana usai menyuapi balita penerima bantuan.

Kunjungan Isyana ke Tanjungpinang kali ini khusus untuk mengawal program MBG kelompok 3B, yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Menurutnya, pemenuhan nutrisi sejak fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat krusial untuk mencegah kasus stunting.

Terkait teknis makanan, Isyana memastikan menu yang diberikan sudah sesuai dengan amanat Perpres Nomor 115 Tahun 2025. Menunya sama dengan anak sekolah, namun disesuaikan dengan kebutuhan penerima.

Untuk balita non-PAUD, makanan dibuat tanpa cabai dengan porsi yang lebih kecil. Sementara untuk ibu hamil dan menyusui, porsinya dibuat lebih besar karena membutuhkan asupan nutrisi yang jauh lebih banyak.

Pemerintah juga memastikan intervensi tidak hanya berhenti pada pembagian makanan. Isyana mendorong kolaborasi pentahelix melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yang mengajak perusahaan swasta hingga BUMN/BUMD menyalurkan CSR-nya.

Bantuan CSR tersebut diarahkan untuk memperbaiki faktor lingkungan masyarakat yang berisiko, seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), perbaikan sanitasi atau jamban, hingga penyediaan air bersih.

Agar seluruh bantuan tepat sasaran, BKKBN telah menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memetakan Keluarga Risiko Stunting (KRS). Fokus edukasi dan bantuan diutamakan bagi keluarga dengan kategori “4 Terlalu”, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, dan jarak kelahiran yang terlalu dekat.

Manfaat program ini perlahan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Tanjungpinang. Rumita, seorang ibu dari balita berusia 1,8 tahun, mengaku rutin menerima MBG 3B dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat selama tiga bulan terakhir.

Ia menyebut berat badan anaknya sukses naik sekitar lima ons sejak mengikuti program tersebut. “MBG 3B sangat bagus. Anak saya suka menunya, terutama wortel dan tempe,” ungkapnya.

Melihat antusiasme warga, Isyana meminta pihak SPPG untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas menu agar manfaatnya semakin dirasakan. Seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas SDM demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *